Sosialisasi RUU Pemasyarakatan

Rumah Tahanan (Rutan) Purworejo menggelar Focus Group Discussion (FGD) dan Sosialisasi Rancangan Undang-Undang (RUU) yang berlangsung pada Rabu (25/9/2019).

Hadir dalam kegiatan itu, kepala Lapas se Eks-Karesidenan Kedu, Dosen dan Mahasiswa Psikologi UMPwr, Dosen dan Mahasiswa Stainu Purworejo, Advokat dari beberapa Lembaga Bantuan Hukum dan teman-teman wartawan.

Dalam sambutannya, Kalapas Kelas IIA Magelang, Bambang Irawan,Bc. IP., S.H., M.H menyampaikan, dengan FGD dan sosialisasi ini dapat diluruskan adanya pro dan kontra serta kesalah pahaman yang terjadi di masyarakat dengan adanya revisi Undang-Undang Pemasyarakatan No.12 Tahun 1995. Selain itu menurut Bambang Irawan kegiatan dalam Lapas ini “tidak sekedar pembalasan dendam atau hukuman negara kepada narapidana (*WARGA BINAAN) yang melakukan kejahatan, akan tetapi menjadikan warga binaan sebagai insan dan SDM yang baik dan manusiawi.

“Banyak masyarakat yang belum memahami isi dari RUU Pemasyarakatan ini, mereka mungkin hanya mendengar berita yang belum tentu benar tanpa membaca isi dari RUU tersebut secara utuh,” ungkap Kalapas.

Sementara itu, KaRutan Purworejo memaparkan dan mensosialisasikan menjelaskan tentang RUU Pemasyarakatan pasal demi pasalnya, serta poin-poin pentingnya. Salah satu pasal yang admin perhatikan yaitu tentang adanya pasal yang mengatur warga binaan mendapatkan cuti bersyarat dan rekreasi yang ada dalam RUU Pemasyarakatan, karena dimasyarakat ditafsirkan dibolehkannya warga binaan jalan-jalan keluar Lapas.

Menurut KaRutan, cuti bersyarat serta rekreasi sudah ada dalam UU Pemasyarakatan. Banyak yang menganggap dengan RUU Pemasyarakatan WBP bisa dengan bebas pulang kerumah bertemu keluarganya, plesiran ke mall dan jalan- jalan di luar Lapas.

“Ini tidak benar, rekreasi yang dimaksud berupa hiburan bagi warga binaan tetapi masih di dalam Lapas. Seperti menonton film, hiburan musik, membaca buku, membaca Koran atau media, agar warga binaan tidak jenuh di Lapas,” tuturnya.

Ka Bapas Magelang menambahkan, jika yang dikatakan dengan cuti bersyarat berbeda dengan cuti pegawai. Cuti bersyarat diberikan sudah bebas di luar Lapas, namun mempunyai kewajiban absen dan lapor di Balai Pemasyarakatan,”.

Pada kegiatan tersebut juga diadakan diskusi dan tanya jawab dengan pasal-pasal yang lainnya oleh para dosen, advokat dan mahasiswa. Selain itu setelah selesai diskusi dan saling menerima maka bersama-sama diadakan penandatanganan RUU Pemasyarakatan tersebut.

Ibu Wanodya, dosen senior UMPwr melakukan penandatanganan RUU Pemasyarakatan.

Terakhir, dalam acara tersebut dialakukan foto bersama oleh perwakilan Ka Lapas, Dosen, Mahasiswa, Advokat setelah melakukan penandatanganan RUU Pemasyarakatan.

Admin, Rabu, (25/9/2019).

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*